Home Apa Kabar Madiun Tidak Terganggu Badai Matahari, Lanud Iswahyudi Tetap Gelar Latihan Terbang
Tidak Terganggu Badai Matahari, Lanud Iswahyudi Tetap Gelar Latihan Terbang
Jumat, 27 Januari 2012 11:54

Lanud IswahyudiBadai matahari yang saat ini tengah melanda dan sangat berpengaruh terhadap sistem komunikasi, fungsi satelit dan sistem perbankan. Dampak langsungnya adalah gangguan komunikasi radio HF atau gelombang pendek yang biasa digunakan untuk komunikasi jarak jauh, termasuk komunikasi pesawat terbang.

 

Dengan mencermati perkembangan yang terjadi, Lanud Iswahjudi tetap melaksanakan operasi dan latihan penerbangan. "Mengingat tuntutan skill para penerbang yang harus terus dikembangkan dan ditingkatkan, latihan terbang tetap dilaksanakan," kata Komandan Lanud Iswahjudi Sutrisno, Kamis (26/1/2012).

Dipaparkan Sutrisno, efek badai tersebut yang paling utama akan dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus, mengingat pesawat tempur Lanud Iswahjudi menggunakan teknologi tinggi maka para penerbang, ground crew serta para petugas meteorology selalu waspada dan mencermati perkambangan cuaca ektrim yang terjadi setiap saat.

Dalam pelaksanaan latihan operasi penerbangan di Lanud Iswahjudi, terkait dengan adanya badai matahari, hingga berita ini dikirim kondisi peralatan komunikasi yang berada di darat maupun yang berada di pesawat tempur Lanud Iswahjudi masih aman dan berfungsi secara maksimal.

BPDB : Puncak Musim Hujan, Awas Angin Kencang

BPBDSementara itu, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) memprediksi lima hari kedepan, cuaca ekstrem disertai angin kencang terjadi di Kota Madiun. Warga diminta waspada. Hanya, dia mendapat kepastian dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, angin kencang tidak ada hubungannya dengan dampak badai matahari. Kami sudah mendapatkan informasi dari BMKG Juanda, cuaca panas dan angin kencang karena adanya perbedaan tekanan udara rendah kawasan Samudra Hindia, ungkap Kepala BPBD Kota Madiun, Agus Subiyanto, di Surabaya kemarin (26/1).

Pagi kemarin, beberapa BPBD kabupaten/kota di Jatim sengaja diundang BPBD provinsi untuk menggelar rapat koordinasi dengan BMKG Juanda. Sebab, bersamaan dengan fenomena angin kencang di sejumlah daerah di Jatim mengakibatkan pohon tumbang yang menimpa rumah dan orang.
Selain itu, lanjut Agus, juga dibahas fenomena alam badai matahari yang telah terjadi Senin 23 Januari 2012. Namun paska melewati masa kritis, sejak Rabu 25 Januari 2012 justru beredar via SMS (short message service) berisi peringatan bahaya badai matahari. Korelasinya cukup kecil angin kencang dengan badai matahari yang berlangsung beberapa jam. Badai matahari juga sudah berlalu, ujarnya.

Agus mengimbau, warga supaya tidak terjebak dalam informasi tidak benar yang berkembang melalui SMS atau BlackBerry Masengger (BBM). Hanya, bersamaan dengan fenomena angin kencang ini, warga diimbau untuk waspada. Dan melakukan antisipasi dengan memotong pohon yang rentan tumbang. Kondisi fisik kesehatan juga harus dijaga. Yang bisa mengendalikan dari angin adalah diri sendiri, ungkapnya.

Dia menambahkan, dari perkiraan BMKG Juanda, untuk rata-rata kecepatan angin dua sampai tiga hari kedepan mencapai 30 knot atau 54 kilometer perjam. Kecepatan angin itu diperkirakan sama dengan yang terjadi pada Rabu (25/1) sampai Kamis (26/1) dini hari kemarin, di Kota Madiun dilanda angin kencang. Kami sudah koordinasi dengan tim relawan yang bernaung di BPBD Kota, untuk segera melangkah jika ada insiden, ujarnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Agus Tri Suhono mengungkapkan fenomena angin kencang disebabkan tekanan rendah (low pressure) di sekitar Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Dia menyebut, untuk tekanan udara di Australia terjadi low pressure, sedang di Asia high pressure. Sehingga, angin kencang bukan pengaruh dari dampak badai matahari. Setiap puncak dari musim hujan biasanya ditandai adanya perbedaan tekanan udara, ungkap Agus Tri.

(radarmadiun)


blog comments powered by Disqus
 




Author

Copyright © Madiun.Info - Komunitas Madiun Onliners