Home Apa Kabar Madiun Kantor Layanan SIM Polres Madiun Terbakar
Kantor Layanan SIM Polres Madiun Terbakar
Minggu, 08 Januari 2012 03:47

Kantor Layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Madiun Kota yang berada di Jalan Pahlawan Kota Madiun terbakar Jumat (6/1/2012) dini hari. Kebakaran yang nyaris merobohkan kantor pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Polres Madiun Kota tersebut diduga berawal dari hubungan arus pendek (Korsleting) dari kabel bagian belakang kantor. Kapolres Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, kebakaran tersebut terjadi pada pukul 02.00 WIB mulai dari bagian belakang kantor yang merupakan gudang penyimpanan berkas pengurusan SIM. "Dari informasi kebakaran terjadi pagi tadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dan api juga cepat menjadi besar karena bagian gudang banyak berkas-berkas yang mudah terbakar," ujarnya.

"Dugaan sementara api tersebut berawal dari konsleting di bagian belakang kantor yang merupakan gudang berkas SIM," ujar wakil kepala Polres Madiun Kota, Kompol Sahat M Hasibuan saat melihat lokasi. Kompol Hasibuan mengatakan, dugaan tersebut muncul karena kondisi kabel yang ada di kantor tersebut sudah tua sehingga rawan terjadi konsleting jika listrik kelebihan beban. "Kabel-kabelnya sudah lama sehinga mudah konslet kalau kelebihan beban," jelasnya.

Selain itu, lanjut Kompol Hasibuan, berdasarkan keterangan saksi sebelum terjadi kebakaran, listrik di kantor tersebut padam terlebih dahulu. Setelah beberapa saat saksi tersebut melihat ada kepulan asap dari arah belakang kantor.

"Anggota kita yang piket disana mengatakan kalau sebelum terbakar listrik pada lebih dulu. Jadi ada kemungkinan besar kalau kebakaran memang berawal dari konslet dari bagian belakang," tegasnya.

"Jumlah kerugian masih belum kami kalkulasi. Namun kerugaian yang pasti besar sekali, karena seluruh peralatan pembuatan SIM rusak terbakar semua," terang Kompol Hasibuan.Dalam kebakaran tersebut sekitar dua mobil unit pemadam kebakaran Pemerintah Kota Madiun dan satu unit water canon kepolisian setempat dikerahkan untuk memadamkan kebakaran. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB.

Sementara itu menurut penuturan salah satu anggota Polres Madiun Kota, mengatakan sejak pagi tadi (Jumat, 6/1/2012) sudah ada lebih dari sepuluh orang yang berniat mengurus SIM harus pulang dengan tangan hampa. "Dari saya jaga jam tujuhan tadi sudah lebih dari sepuluh orang yang kesini mau mengurus SIM dan tidak tahu kalau ruangannya terbakar. Jadi mereka pulang lagi," ujar anggota berpangkat Brigadir dua ini.

 

Server Rp 1 Miliar Rusak

Kerugian yang diakibatkan terbakarnya kantor pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) mencapai lebih dari satu miliar rupiah. Pasalnya, kebakaran tersebut juga merusak server pembuatan SIM yang ada di ruang belakang. "Servernya saja harganya lebih dari Rp 1 miliar. Itu belum termasuk beberapa unit komputer dan beberapa peralatan ujian teori SIM," ujar Kapolres Madiun Kota AKBP Adi Deriyan Jayamarta saat di lokasi Jumat (6/1/2012). AKBP Adi menambahkan, hal itu masih merupakan kalkulasi kasar. Jumlah masih bisa terus bertambah dan bisa berkurang. "Kita lihat dulu kalau servernya masih bisa diperbaiki kerugian bisa kurang dari itu," ucapnya.

Selain merusak server, kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut juga menghancurkan ribuan berkas permintaan SIM selama lima tahun terakhir. "Kalau jumlah berkasnya kita tidak tahu pasti. Namun seluruh berkas selama lima tahun terakhir masih berada di bagian gudang," ujar Kasat Lantas, AKP Budi Idayati.

Wakil Kepala Polres Madiun Kota, Kompol Sahat M Hasibuan mengatakan, saat ini pihaknya masih belum bisa melakukan pembuatan SIM. Karena kebakaran yang tersebut sudah merusak semua peralatan untuk pembuatan SIM. "Semua peralatan rusak terbakar, dan untuk sementara masih belum bisa digunakan. Karena itu untuk sementara kami masih belum bisa melayani permintaan SIM baik pembuatan baru maupun perpanjangan SIM," ujarnya.

Hasibuan menambahkan, meski mengalami kerusakan namun paling lambat pihaknya sudah bisa melayani kembali permintaan SIM meski hanya sebatas perpanjangan. Hal ini mengingat peralatan dan lokasi untuk tes teori SIM mengalami kerusakan. "Kami sudah minta bantuan ke Polda dan langsung dikirimkan unit pelayan SIM berbentuk mobil. Jadi untuk sementara kalau mobil tersebut sudah tiba pelayanan perpanjangan SIM bisa dilayani," ungkapnya.

Sementara itu, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur yang diturunkan untuk membantu memeriksa dan mencari tahu penyebab kebakaran, mentargetkan bisa mengetahui penyebab kebakaran tersebut hanya dalam waktu satu minggu. Karena itu, pihaknya terus melakukan olah TKP meski dalam guyuran hujan. "Kebakaran ini bukan merupakan kebakaran besar. Jadi paling tidak satu minggu ke depan kita sudah bisa ketahui penyebab kebakaran ini," Kepala Puslabfor Polda Jatim, Kombes Subagianto, saat olah TKP, Jumat (6/1/2012).

Kombes Subagianto mengatakan, dalam olah TKP kali ini, pihaknya akan membawa contoh abu sisa kebakaran yang diambil dari tujuh titik berbeda. Namun paling banyak dari tujuh titik tersebut diambil dari bagian arsip yang diduga merupakan titik awal kebakaran.

"Abu paling banyak kita ambil dari bagian arsip karena dari keterangan api berawal dari situ. Abu tersebut kita bawa untuk diuji kandungannya di Polda, apa ada kandungan bahan bakarnya atau tidak," ungkapnya. Subagianto menambahkan, selain membawa abu sisa pembakaran, pihaknya juga berencana membawa kabel. Namun hingga menjelang magrib tadi, pihaknya masih belum menemukan kabel yang diduga merupakan sumber api. "Kita masih mencari kabel yang tertimbun di bagian arsip. Karena ada dugaan kebaran ini akibat konslet," jelasnya.(brtjatim)


blog comments powered by Disqus
 




Author

Copyright © Madiun.Info - Komunitas Madiun Onliners