Home Apa Kabar Madiun Lagi, Kecelakaan Maut Libatkan Sumber Kencono
Lagi, Kecelakaan Maut Libatkan Sumber Kencono

Hari pertama tahun 2012 di Kota Madiun dibuka dengan kecelakaan maut. Tragedi ini melibatkan bus Sumber Kencono (SK) dengan sepeda motor Yamaha Yupiter Z. Waktunya, kira-kira 15 menit setelah malam pergantian tahun. Kecelakaan tragis tersebut terjadi di jalan raya Surabaya-Madiun, di Desa Jeruk Gulung, Kecamatan Balerejo, Minggu dini hari (1/1) sekitar pukul 00.15. Akibatnya, enam orang tewas, dan 23 penumpang lain menderita luka-luka.

 

Pengakuan Sukarno, 30, kondektur bus nahas itu menjelaskan, penumpang bus tidak terisi penuh. Hanya berisi sekitar 31 orang dewasa dan belum termasuk anak-anak. Sedangkan awak bus ada empat orang. Terdiri dari sopir, kondektur, kernet serta awak bus SK yang ingin pulang ke rumahnya. Berangkat dari Surabaya hari Sabtu sekitar pukul delapan malam. Saat itu penumpang bus penuh. Mulai berkurang setelah masuk wilayah Jombang," katanya. Sukarno kondisinya lebih baik, hanya mengalami keseleo.

Salah satu penumpang bus, Pardi saat ditemui di RSUD Caruban Kabupaten Madiun, mengatakan, bus Sumber Kencono bernopol W 7727 UY tersebut berjalan kencang dan seperti beradu cepat dengan bus Sumber Kencono lainnya. "Busnya kencang banget apa lagi setelah menyalip Bus Mira di Nganjuk habis itu bus seperti balapan dengan bus Sumber lainnya. Setelah itu saya tidur dan tahu-tahu bis sudah guling," ujar Pardi warga Purwodadi Jawa Tengah, Minggu (1/1/2012).

Kecelakaan bermula saat bus SK berusaha menyalip dua bus di depannya. Tiba-tiba dari arah berlawanan, muncul sepeda motor Yamaha Yupiter Z Nopol AE 5601 FU. Motor yang dikendarai Adi Hasto 16, warga Desa Warurejo, Kecamatan Balerejo, itu melaju dengan kecepatan sedang. Sopir bus berusaha banting stir ke kiri untuk menghindari tabrakan. Tapi tetap nyenggol motor," ujar Rohmadi, warga Desa/Kecamatan Pitu, Ngawi penumpang bus yang selamat ditemui di RSUD Caruban, Minggu dinihari. Agar tidak keluar terlalu jauh dari badan jalan dan terjatuh di sawah, sopir bus berusaha belok ke kanan. Bus akhirnya menabrak warung nasi goreng di pinggir jalan. Akan tetapi, laju bus masih belum bisa dikendalikan. Akhirnya bus terbalik dan terseret beberapa meter. "Seingat saya, bus sempat terguncang beberapa kali," jelasnya.
Rohmadi mengatakan, saat bus melaju kencang, beberapa penumpang berusaha mengingatkan sopir agar mengurangi laju kendaraan, tapi tidak diindahkan. "Baru beberapa saat diingatkan, langsung terjadi kecelakaan itu. Saya tidak sempat menyelamatkan diri, tubuh saya terbanting," ujarnya.

Kapolres Madiun, AKBP Nanang Juni Mawanto saat di lokasi mengatakan, kecelakan tersebut terjadi akibat bus menyalip kendaraan yang ada di depannya dan pada saat bersamaan muncul sepeda motor Jupiter. "Dilihat dari bekas kecelakaan, diduga bus melaju dengan kecepatan tinggi. Persneling gigi juga di posisi enam. Kami menilai sopir telah lalai," tambahnya. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara yang dilakukan petugas kepolisian, perseneling bus berada di posisi gigi enam. Diduga, kecepatan bus sekitar 100/Km per jam. Akibat laju yang kencang, bus menyeruduk warung nasi goreng lalu terguling hingga bodi bus terbalik. Bisa di atas seratus kecepatannya," ujar kapolres.

Seluruh korban jenasah berjumlah 6 orang telah teridentifikasi, yaitu Hafid, warga Kecamatan Semampir, Surabaya, Ari Edi Budiarandiko (21), warga Jalan Hidup Baru, Tangerang, Banten, Ikbal Ramadhan, warga Griya Kencana, Tangerang, Banten, Agus Hariadi (16), warga Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan, Supangat, warga Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, serta korban terakhir teridentifikasi adalah Joko Prayitno, 34 tahun, warga Desa Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

"Pangat warga Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi, serta Hafid warga Semampir Surabaya. Mereka berhasil diidentifikasi berkat kartu identitas. Sedang Hafid yang hampir separuh kepalanya hilang dikenali oleh pihak keluarganya," ujar penjaga ruang pemulasaran jenasah RSUD Caruban, Edi Susilo, Minggu (1/1/2012).

Waluyo, paman Agus Hariadi tidak bisa menutupi rasa dukanya saat mendapati keponakannya yang berusia 16 tahun itu, terbujur kaku di kamar mayat RSUD Caruban. Dia tidak menyangka, Agus yang masih duduk di bangku SMP ini tewas setelah menghabiskan liburan di Pasuruan. Pamit liburan ke Pasuruan sama tiga temannya, nggak tahunya malah seperti ini, terangnya. Kesedihan juga dirasakan Iis, warga Kota Madiun. Hafid yang tercatat sebagai saudara sepupunya tewas mengenaskan dalam kecelakaan tersebut. Menurut Iis, Hafid yang sehari-hari mencari ban bekas di pasar Joyo ini pamit pulang ke Surabaya pada 30 Desember 2011 lalu. Katanya kangen sama keluarga. Sudah dilarang pulang, wong mau tahun baru. Tapi dia ngotot pulang, ya kami izinkan, jelasnya. Iis mengaku sempat kesulitan tidur. Dia pun mencoba menghubungi Hafid. Namun, tidak diangkat. Saya gelisah, terus dapat kabar kecelakaan ini. Saya pun segera ke rumah sakit memastikan jenasahnya, katanya. Rencananya, jenazah Hafid akan dibawa ke Desa Djumajah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.

Sementara itu, Polda Jatim menurunkan 2 Tim Khusus Selidiki Kecelakaan Maut ini. "Korban meninggalnya kan banyak jadi Polda Jawa Timur juga ikut menurunkan timnya. Pagi tadi sudah ada tim dari dirlantas dan siang ini tim labfor polda juga masih melakukan olah TKP," ujar Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Ganang Nugroho Widhi.

Polres Madiun menetapkan sopir bus Sumber Kencono Nopol W 7727 UY sebagai tersangka. Kini, sopir bus bernama Agus Widodo, 41, ditahan di Mapolres setempat. Agus baru sebulan bekerja sebagai sopir di PO Sumber Kencono. Sebelum bergabung bus yang sebagian besar telah ganti nama menjadi Sumber Selamat tersebut, dia cukup berpengalaman sebagai pengemudi bus malam. "Tersangka (sopir) dikenakan pasal 310 ayat 4 Undang Nomor 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan." kata Kapolres Madiun.

Sopir Sumber Kencono Tak Bawa SIM

Sopir bus Sumber Kencono, Agus Widodo (41) ternyata tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) B 2, saat kecelakaan tersebut terjadi. Pasalnya SIM miliknya masih tertahan di Polres Sragen setelah tertilang awal bulan Desember 2011.
Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Ganang Nugroho Widhi mengatakan, saat pemeriksaan, tersangka yang merupakan warga Kecamatan Jatiluruh, Kabupaten Purwakarta tidak bisa menunjukkan SIM B 2 miliknya. Namun, ia menujukkan surat tilang yang dikeluarkan oleh Polres Sragen. "Tersangka tidak membawa SIM. Namun ia membawa surat tilang atas nama dirinya karena melanggar lalu lintas di wilayah hukum Polres Sragen. Dan surat tilang tersebut sudah berakhir masanya pada tanggal 30 Desember kemarin," ujarnya, Senin (2/1/2011).

AKP Ganang menambahkan, hal tersebut dipastikan semakin memberatkan hukuman tersangka. Pasalnya sopir yang baru bekerja di PO Sumber Kencono selama satu bulan terakhir ini memiliki catatan kurang baik dalam membawa bus.

Kecelakaan maut bus SK bukan yang pertama kali terjadi di Kabupaten Madiun. Mei 2010 lalu kondisi serupa juga terjadi. Saat itu, bus SK menabrak truk bermuatan buruh tebang tebu salah satu pabrik gula. Akibat peristiwa itu, 10 korban meninggal dunia. Saat ini, Polres Madiun dan Polda Jatim bermaksud merekomendasi agar PO bus Sumber Kencono dievaluasi ijin trayeknya kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Sementara Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jatim meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim membenahi manajemen SK dan segera mencabut izin usaha bus Perusahaan Otobus (PO) Sumber Kencono.


blog comments powered by Disqus
 




Author

Copyright © Madiun.Info - Komunitas Madiun Onliners