Home Apa Kabar Madiun Walikota Mendadak Tambah Pagu Siswa
Walikota Mendadak Tambah Pagu Siswa
Rabu, 18 Juli 2012 20:21

Tut Wuri HandayaniIronis, Sekolah dengan berlabel RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yakni SMAN 3 dan SMKN 4 Kota Madiun kekurangan siswa alias tak memenuhi pagu. Pengumuman dari laman resmi PPDB 2012 yang dirilis Dinas Dikbudpora menyebutkan, di SMAN 3 masih kurang 33 siswa. Sedangkan di SMKN 4 kekurangan 21 siswa. Menyikapi kondisi tersebut, wali kota Bambang Irianto ikut cawe-cawe. Nanti itu (kekurangan, Red) akan terpenuhi. Begini, berkas pertama yang tidak diterima di SMAN 2 dimasukkan ke SMAN 3, ujar wali kota.

Dia menambahkan, siswa yang tidak lolos seleksi tahap pertama juga masih berpeluang. Dengan catatan jika di SMAN 3 masih masih kekurangan siswa. Dijelaskan, keputusan pengisian kekurangan siswa di SMAN 3, SMKN 4 dan pengaturan cadangan dilakukan pada rapat wali kota dan seluruh kepala sekolah tingkat SMP dan SMA negeri. Bukan apa-apa, saya tidak mau ada tudingan dan suara miring kepada kepsek dengan tuduhan bayar dan segala macam. Jadi saya yang menentukan, paparnya.

Tak hanya itu, wali kota juga membuat keputusan cukup mengejutkan. Hasil rapat bersama sekda Maidi, Kepala Dinas Dikbudpora Sukarman, dan kepala SMA dan SMK negeri, wali kota memutuskan menambah pagu atau jumlah siswa. Meski sebelumnya, pagu sekolah itu sudah penuh. Penambahan siswa berasal dari pendaftar yang belum mencabut berkas. Permasalahannya itu yang belum dicabut berkasnya ya sudah dimasukkan, ujar wali kota.

Bambang merinci, tambahan siswa itu di antaranya SMAN 1 ditambah 20 siswa, SMAN 4 (4 siswa), SMAN 5 (4 siswa), dan SMAN 6 (4 siswa). Sekolah berlabel RSBI di SMAN 2 juga tambah 8 siswa, posisinya ada yang menggantikan siswa mengundurkan diri. Sedangkan di SMAN 3 yang sebelumnya kurang 33 siswa sudah dipenuhi kekurangannya dengan memasukkan 37 siswa. Empat di antaranya menggantikan posisi anak yang mengundurkan diri.
Dijelaskan, untuk pengisian di SMAN 3 itu berasal dari anak dalam dan luar kota. Karena kebijakan yang mengambil wali kota, bisa dimasukkan pula siswa yang tidak ikut tes tahap pertama. Wali kota membantah langkah menambah siswa dari pagu dan menutup kekurangan di SMAN 3 itu bertentangan dengan Perwali 5/2012. Sekarang yang membuat perwali siapa, itu sudah diatur pada pasal 15 ayat 4, ujarnya.

Sedangkan kekurangan untuk SMKN 4 sebanyak 21 siswa, hanya bisa dicover 3 siswa saja. Ini mempertimbangkan minat siswa masuk ke jurusan jasa boga dan busana butik. Terang-terangan wali kota menegaskan sebagai kepala daerah memiliki kebijakan penuh dalam PPDB 2012. Di antaranya membuat aturan yang belum tertuang detail di Perwali 5/2012. Misalnya, untuk siswa SD asal dalam kota diupayakan masuk SMP negeri. Dia mencontohkan nilai Unas 19,00 bisa diterima. Nanti bakal diatur penempatannya, ujarnya.

Di sisi lain, wali kota juga berniat mengevaluasi pelaksanaan seleksi tahap pertama RSBI. Sebab, dia merasa ada yang kurang tepat dengan penentuan standar yang dinyatakan lolos. Saya akan evaluasi juga pelaksanaan seleksi tahap pertama RSBI yang melibatkan tim dari UNS, standar penilaiannya bagaimana, paparnya.

Terkait kebijakan memungut biaya uang pengembangan sarana dan prasarana dari siswa, wali kota menyatakan itu kebijakan sekolah. Selama ini, kebijakan itu tidak menimbulkan polemik. Sekolah punya otorisasi bersama komite, belum ada polemik meledak. Kalau ada saya akan turun, tegasnya. (RADAR MADIUN)


blog comments powered by Disqus
 




Author

Copyright © Madiun.Info - Komunitas Madiun Onliners