Home Apa Kabar Madiun Jelang Kenaikan, Pertamina Madiun Antisipasi Kelangkaan BBM
Jelang Kenaikan, Pertamina Madiun Antisipasi Kelangkaan BBM
Selasa, 06 Maret 2012 00:56

Pom BensinUntuk menyikapi rencana pemerintah menaikkan harga BBM mulai bulan April 2012 mendatang, Depot Pertamina Region V Madiun, melakukan himbauan kepada pengusaha SPBU untuk tidak telat menyediakan stok premium dan solar. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya panic buying atau kepanikan membeli oleh masyarakat menjelang kenaikan.

Jangan sampai stok di SPBU kosong menjelang hari H (kenaikan, Red), kami sudah minta agar ada peningkatan DO (Delivery Order, red), ungkap Sales Representative Fuel Retail Marketing, PT Pertamina Region V Depot Madiun, Muhammad Farid Akbar.

Yang jelas, kata dia, menjelang hari H kenaikan BBM biasanya masyarakat panik. Agar tidak terjadi gejolak di lapangan, lanjutnya, bakal dibentuk satuan petugas atau satgas yang bertugas melakukan pemantauan. Tugasnya, mengecek ketersediaan stok dan mengawasi jika terjadi praktik penimbunan. Region V sendiri meliputi wilayah kota/kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan serta Nganjuk. Kami sudah koordinasi dengan SPBU. Kami minta tidak boleh menimbun, ujarnya.

Dia menegaskan, apabila ada praktik penimbunan BBM menjelang hari H maka pengusaha SPBU bersangkutan bakal dikenakan sanksi. Bentuk sanksi salah satunya sesuai kontrak, kata dia, Pertamina menghentikan suplai sementara. Farid juga meminta pengusaha SPBU bisa meningkatkan DO. Sebagai risiko memang besaran modal yang dimiliki diperkuat. Untuk wilayah Depot Madiun, memang ada kendala rata-rata pada sisi modal, kalau stok Depot Pertamina sendiri masih bagus, ujarnya.

BBMKondisi stok di Depot Madiun masih aman untuk suplai premium, solar dan pertamax lima hari kedepan. Seperti, posisi saat ini ketersediaan stok untuk premium masih mencapai 4.200 kilo liter (kl). Jumlah penyaluran perhari di wilayah kerjanya mencapai 830 kl. Untuk Depot Madiun rutin dua hari sekali mendapat tambahan pasokan. Depot juga wajib menjaga stok jangan sampai kosong, sebab bila terjadi kekosongan akan masuk rapor merah, tegasnya.

Lantas bagaimana dengan menyikapi pembelian BBM bersubsidi dengan jirigen secara besar-besaran? Farid menjelaskan, mulai tahun 2012 sudah ada ketentuan baru dari pemerintah. Yakni, pelayanan bagi pembeli menggunakan jirigen harus mengantongi surat rekomendasi dan verifikasi dari pemerintah daerah, dalam hal ini SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait. Mereka yang telah diverifikasi diberi kartu kendali dari Pertamina. Teman-teman pengusaha SPBU sudah tahu, jika tidak mengantongi rekomendasi dan verifikasi itu tidak akan dilayani, tegasnya.

Dijelaskan, Pertamina sudah mengeluarkan edaran bagi pengusaha SPBU untuk persiapan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Imbauan itu sudah di broadcast melalui email dan SMS, karena Pertamina sekarang sudah online dengan semua SPBU, untuk memudahkan komunikasi, ujarnya.

(RADARMADIUN)

 

Jangan sampai stok di SPBU kosong menjelang hari H (kenaikan, Red), kami sudah minta agar ada peningkatan DO (Delivery Order, red), ungkap Sales Representative Fuel Retail Marketing, PT Pertamina Region V Depot Madiun, Muhammad Farid Akbar kemarin (2/3).

Yang jelas, kata dia, menjelang hari H kenaikan BBM biasanya masyarakat panik. Agar tidak terjadi gejolak di lapangan, lanjutnya, bakal dibentuk satuan petugas atau satgas yang bertugas melakukan pemantauan.
Tugasnya, mengecek ketersediaan stok dan mengawasi jika terjadi praktik penimbunan. Region V sendiri meliputi wilayah kota/kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan serta Nganjuk. Kami sudah koordinasi dengan SPBU. Kami minta tidak boleh menimbun, ujarnya.

Dia menegaskan, apabila ada praktik penimbunan BBM menjelang hari H maka pengusaha SPBU bersangkutan bakal dikenakan sanksi. Bentuk sanksi salah satunya sesuai kontrak, kata dia, Pertamina menghentikan suplai sementara.
Farid juga meminta pengusaha SPBU bisa meningkatkan DO. Sebagai risiko memang besaran modal yang dimiliki diperkuat. Untuk wilayah Depot Madiun, memang ada kendala rata-rata pada sisi modal, kalau stok Depot Pertamina sendiri masih bagus, ujarnya.

Kondisi stok di Depot Madiun masih aman untuk suplai premium, solar dan pertamax lima hari kedepan. Seperti, posisi saat ini ketersediaan stok untuk premium masih mencapai 4.200 kilo liter (kl).
Jumlah penyaluran perhari di wilayah kerjanya mencapai 830 kl. Untuk Depot Madiun rutin dua hari sekali mendapat tambahan pasokan. Depot juga wajib menjaga stok jangan sampai kosong, sebab bila terjadi kekosongan akan masuk rapor merah, tegasnya.

Lantas bagaimana dengan menyikapi pembelian BBM bersubsidi dengan jirigen secara besar-besaran? Farid menjelaskan, mulai tahun 2012 sudah ada ketentuan baru dari pemerintah. Yakni, pelayanan bagi pembeli menggunakan jirigen harus mengantongi surat rekomendasi dan verifikasi dari pemerintah daerah, dalam hal ini SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait.
Mereka yang telah diverifikasi diberi kartu kendali dari Pertamina. Teman-teman pengusaha SPBU sudah tahu, jika tidak mengantongi rekomendasi dan verifikasi itu tidak akan dilayani, tegasnya.

Dijelaskan, Pertamina sudah mengeluarkan edaran bagi pengusaha SPBU untuk persiapan kenaikan harga BBM bersubsidi tersebut. Imbauan itu sudah di broadcast melalui email dan SMS, karena Pertamina sekarang sudah online dengan semua SPBU, untuk memudahkan komunikasi, ujarnya.

blog comments powered by Disqus
 




Author

Copyright © Madiun.Info - Komunitas Madiun Onliners